KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang
mendalam kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, hanya karena nikmat
dan hidayahNya pula kami dapat menyusun makalah bimbingan dan konseling
Makalah ini disusun bertujuan untuk
pedoman atau arah dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah.
Jika ada perbedaan dalam
hal format ataupun susunannya, makalah yang disusun saat ini. Guna untuk mengetehui kebermanfaatan makalah ini diperlukan suatu evaluasi. Evaluasi dapat
dilakukan secara internal maupun eksternal. Evaluasi eksternal diperlukan dari
teman sejawat, baik melalui instrumen maupun melalui sumbang saran dari para
pembaca atau pengguna makalah ini..
Untuk itu kritik, saran maupun
arahan sangat diharapkan dari semua
fihak, khususnya yang pihak-pihak yang
kompeten guna peningkatan dan penyempurnaan program.
Ucapan terima kasih kami
aturkan kepada semua pihak, terutama kepada bapa dosen yang telah memberikan
arahan dan pembinaan dalam penyusunan makalah ini. Harapan semoga dapat
dilaksanakan, dan dapat membantu peserta didik dalam mencapai perkembangan yang
optimal.
Kuala Kapuas, 28 Desember 2013
Penyusun
MINARTI
DAFTAR ISI
Halaman judul
KATA PENGANTAR…………………………………………………….... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………….... ii
BAB I. PENDEHULUAN………………………………………………........ 1
A.
Pengertian
Bimbingan............................................................... 1
B.
Pengertian
Konseling................................................................. 1
BAB II. PEMBAHASAN BIMBINGAN DAN KONSELING............................ 2
A.
Hubungan
bimbingan dan konseling........................................ 2
B.
Macam –
macam bimbingan dan konseling............................. 3
C. Tujuan Bimbingan dan Konseling........................................... 3
BAB III. TEKNIK-TEKNIK
BIMBINGAN DAN KONSELING...........................
4
A. Pengertian Teknik-Teknik Bimbingan dan
Konseling.............. 4
B. Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling................................ 4
C. Langkah-Langkah Umum Pelayanan BK di Sekolah………… 8
BAB IV.PENUTUP………………………………………………………............ 9
A. Kesimpulan.................................................................................. 9
B. Saran........................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 10
BAB I
PENDEHULUAN
A.Pengertian
Bimbingan
Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata “Guidance” berasal dari kata kerja “to guide” yang mempunyai arti “menunjukan, membimbing, menuntun, ataupun membantu”. Sesuai dengan istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan.
Definisi bimbingan yang pertama dikemukakan dalam Year’s Book of Education 1955, yang menyatakan:
Guidance is process of helping
individual through their own effort to discover and develop their
potentialities both for personal happiness and social usefulness.
Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usaha sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.
B.Pengertian
Konseling
Istilah konseling berasal dari bahasa Inggris “to counsel” yang secara etimologis berarti “to give advice” (Homby: 1958:246) atau memberi saran dan nasihat.
Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dimana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru/konselor dengan klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mengarahakn dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkembangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.
BAB
II
PEMBAHASAN BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Hubungan Bimbingan Dan Konseling
Di atas telah dijelaskan pengertian
bimbingan dan konseling, yang sepintas terdapat dan kesamaan dan perbedaannya.
Akantetapi, sesungguhnya bimbingan dan konseling merupakan dua kegiatan kerja
yang saling melengkapi. Menurut Prof. bimo walgito, para ahli sepakat secara
bulat, baik tentangkeamaan antara bimbingan dan konseling serta perbedaannya,
maupun saling melengkapinya antara kegiatan bimbingan dan konseling.
Dengan memperhatikan uraian diatas,
jelaslah bahwa counseling merupakan salah satu teknik pelayanan dalam bimbingan
secara keseluruhan, yaitu dengan memberikan bantuan secara individual ( face to
face relationship ) guidance counseling mempunyai hbungan yang sangat erat.
Perbedaannya terletak di dalam tingkatannya. Pandangan inilah yang paling
banyak dianut dan diikuti kegiatan – kegiatan praktik.
1. Konseling merupakan salah satu
metode dari bimbingan, sehingga pengertian bimbingan lebih luas daripada
pengertian konseling ( penyuluhan ) oleh karena itu,konseling merupakan
guidance, tetapi tidak semua guidance merupakan kegiatan konseling
2. Dalam konseling terdapat masalah
tertentu, yaitu maslah yang dihadapi oleh conselee, sedangkan guidance
tidakdemikian. Guidance lebih bersifat pereventif atau pencegah, sedangkan
prnyuluhan lebih bersifat kuratif atau korektif.
Lebih
– lebih adanya perkembangan usaha – usaha manusia dalam bidang pendidikan, baik
yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, timbul pula berbagai kesukaran yang
dialami oleh anak – anak dalam perkembangan atau dalam menentukan pilihan
hidupnya. Misalnya :
v Banyak diantara anak – anak dan
pemuda yang mengalami kesukaran dalam cara belajar, cara menggunakan waktu
senggang, cara menyesuaikan diri dengan teman sekelas, dan sebagainya
v Banyak diantara anak – anak yang
tidak tahu ke mana ia harus melanjutkan sekolahnya yang sesuai dengan bakatnya
v Banyak diantara anak – anak keluar
sekolah sebelum waktunya, pindah sekolah \, dan lain – lain hingga hal tersebut
akan memboroskan waktu dan biayaya
v Banyak diantara anak – anak yang
menjadi pengangguran dan berbuat yang tidak sopan, dan masih banyak lagi
kesukaran lain ( H.M. Umar dan Sartono, 1998 ; 19 )
Dari beberapa contoh
tersebut, cukup jelas betapa pentingnya bimbingan dan penyuluhan, terutama pada siswa sekolah
lanjutan. Akan tetapi, sebenarnya tujuan bimbngan di sekolah tidak terbatas
lagi siswa saja, melainkan juga bagi sekolah secara keseluruhan dan bagi
masyarakat
B. Macam – macam bimbingan dan
konseling
Salah satu problem yang dihadapi
siswa di sekolah adalah kesulitan belajar. Ciri yang tampak seperti nilai
jelek, hasil tidak sesuai dengan usaha, sikap yang kurang baik; menentang,
berdusta dan tingkah laku lain seperti membolos.
Siswa kadang tidak mengetahui
bahwa ia bermasalah. Dalam keadaan seperti ini hal yang diperlukan siswa yaitu
1) bimbingan belajar. 2) bimbingan sosial dan 3) bimbingan dalam mengatasi
masalah pribadi.
1.
Bimbingan
belajar
bertujuan mengatasi masalah kegiatan belajar
di dalam atau luar sekolah; meliputi bimbingan cara belajar (kelompok atau
individual), merencanakan waktu dan kegiatan belajar, kesulitan dalam mata
pelajaran tertentu, dan hal yang berkaitan dengan cara, proses, prosedur dalam
belajar.
2.
Bimbingan
social
Tujuan bimbingan sosial yang agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok, sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi bimbingan sosial dimaksudkan untuk memperoleh kelompok belajar dan bermain, persahabatan dan kelompok sosial yang sesuai dan yang akan membantu dalam menyelesaikan masalah tertentu.
Tujuan bimbingan sosial yang agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok, sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi bimbingan sosial dimaksudkan untuk memperoleh kelompok belajar dan bermain, persahabatan dan kelompok sosial yang sesuai dan yang akan membantu dalam menyelesaikan masalah tertentu.
3.
Bimbingan
dalam mengatasi masalah pribadi
Beberapa masalah pribadi menimbulkan konflik, misalnya antara intelektual dan emosi, bakat dan aspirasi lingkungan, antar kehendak, antar situasi. Menurut Downing, layanan bimbingan pribadi bermanfaat terutama dalam membantu menciptakan hubungan sosial yang menyenangkan, menstimulasi siswa meningkatkan partisipasi, mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, meninggalkan motivasi belajar dan menstimulasi tumbuhnya minat bakatnya.
Beberapa masalah pribadi menimbulkan konflik, misalnya antara intelektual dan emosi, bakat dan aspirasi lingkungan, antar kehendak, antar situasi. Menurut Downing, layanan bimbingan pribadi bermanfaat terutama dalam membantu menciptakan hubungan sosial yang menyenangkan, menstimulasi siswa meningkatkan partisipasi, mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, meninggalkan motivasi belajar dan menstimulasi tumbuhnya minat bakatnya.
C. .Tujuan Bimbingan dan Konseling
Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa “dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. (Prayitno. 1997:23).
Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, ditujukan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Sebagai manusia yang normal di dalam setiap diri individu selain memiliki hal-hal yang positif tentu ada yang negatif. Pribadi yang sehat ialah apabila ia mampu menerima dirinya sebagaimana adanya dan mampu mewujudkan hal-hal positif sehubungan dengan penerimaan dirinya itu.Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan ditujukan agar peserta mengenal lingkungannya secara objektif, baik lingkungan sosial dan ekonomi, lingkungan budaya yang sangat sarat dengan nliai-nilai dan norma-norma, maupun lingkungan fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula.
Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkkut bidang pendidikan, bidnag karir, maupun bidnag budaya, keluarga dan masyarakat (Prayito, 1998: 24). Melalui perencanaan masa depan ini individu diharapkan mampu mawujudkan dirinya sendiri dengan bakat, minat, intelegensi dan kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya. Dan perlu pula diingat bahwa diri haruslah sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Apabila kemampuan mewujudkan diri ini benar-benar telah ada pada diri seseorang, maka akan mampu berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri, bebas dan mantap
BAB III
TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Pengertian Teknik-Teknik
Bimbingan dan Konseling
Teknik adalah cara, langkah atau metode yang dilakukan untuk
mencapai suatu tujuan. Bimbingan ialah mengarahkan, memandu, mengelola, dan
menyetir.[1]
Bimbingan juga dapat diartikan sebagai bantuan atau pertolongan.
Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia,
penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada
klien. Pendapat lain mengatakan bahwa konseling adalah upaya membantu individu
melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar
konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan
menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa
bahagia dan efektif prilakunya.[2]
Jadi, teknik Bimbingan dan Konseling adalah cara atau metode
yang dilakukan untuk membantu, mengarahkan atau memandu seseorang atau
sekelompok orang agar menyadari dan mengembangkan potensi-potensi dirinya,
serta mampu mengambil sebuah keputusan dan menentukan tujuan hidupnya dengan
cara berinteraksi atau bertatap muka.
B.
Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling
Pada umumnya teknik-teknik yang dipergunakan dalam bimbingan
mengambil dua pendekatan, yaitu pendekatan secara kelompok (group guidance) dan
pendekatan secara individual (Individual Guidance Counseling).
1. Bimbingan
Kelompok (Group Guidance)
Tehnik ini dipergunakan dalam membantu
murid atau sekelompok murid memecahkan masalah-masalah dengan melalui kegiatan
kelompok, yaitu yang dirasakan bersama oleh kelompok atau bersifat individual
yaitu dirasakan oleh individu sebagai anggota kelompok.[3]
Tehnik ini membawa keuntungan pada
diri murid,[4]
diantaranya;
· Menghemat waktu dan tenaga.
· Menciptakan kesempatan bagi semua siswa untuk berinteraksi
dengan konselor, yang memungkinkan siswa lebih berkeinginan membicarakan
perencaan masa depan atau masalah pribadi-social.
· Menyadarkan siswa bahwa kenyataan yang sama juga dihadapi
oleh teman-temannya, sehingga mereka terdorong untuk berusaha mengahadapi
kenyataan itu bersama-sama dan saling mendiskusikannya.
Ada beberapa teknik dalam bimbingan kelompok, seperti:
a. Home room programe
a. Home room programe
Yaitu suatu program kegiatan yang
dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih baik,
sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas
dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk
membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu.
Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu
situasi yang bebas dan menyenangkan,sehingga murid-murid dapat mengutarakan
perasaannya seperti dirumah.
b.
Karyawisata/ field trip
Kegiatan rekreasi yang dikemas denga
metode mengajar untuk bimbingan kelompok dengan tujuan siswa dapat memperoleh
penyesuaian dalam kelompok untuk dapat kerjasama dan penuh tanggungjawab.
c.
Diskusi kelompok
Diskusi kelompok merupakan suatu
cara dimana murid-murid akanmendapat kesempatan untuk memecahkan masalah
bersama-sama. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masing-masing dalam
memecahkan suatu masalah. Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa
tanggungjawab dan harga diri.
Masalah yang mungkin dapat
diduskusikan antara lain:
v Pembagian kerja dalam suatu kegiatan kelompok.
v Perencanaan suatu kegiatan.
v Masalah-masalah pekerjaan.
v Masalah belajar.
v Masalah penggunaan waktu senggang.
v Masalah persahabatan, keluarga dsb.
d. Kegiatan kelompok
Kegiatan kelompok merupakan tehnik
yang baik dalam bimbingan, karena kelompok memberikan kesempatan kepada
individu untuk berpatisipasi dengan sebaik-baiknya. Banyak kegiatan tertentu
yang lebih berhasil jika dilakukan dalam kelompok. Untuk mengembangkan bakat-bakat
dan menyalurkan dorongan-dorongan. Juga dapat menembangkan tanggungjawab.
Tehnik sosiometri dapat banyak menolong dalam pembentukan kelompok.
e.
Organisasi murid
Keorganisasian baik dalam lingkungan
pendidikan maupun dilingkungan masyarakat. Melalui organisasi ini banyak
masalah individual maupun kelompok dapa diseleseikan. Dalam organisasi murid
mendapat kesempatan untuk belajar mengenal berbagai aspek kehdupan social.
Mengaktipkan murid dalam mengembangkan bakat kepemimpinan disamping memupuk rasa
tanggungjawab dan harga diri.
f.
Sosiodrama[5]
Sosiodrama dipergunakan sebagai
suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan
bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan
tertentu dari suatu masalah social.
g.
Psikodrama
Psikodrama adalah tehnik untuk
memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh individu. Dengan
memerankan suatu peranan tertentu, konflik atau ketegangan yang ada dalam
dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kepada sekelompok murid dikemukakan
suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis yang
dialami individu.[6]
h. Remedial teaching
Bentuk penambahan pelajaran,
pengulangan kembali, latihan-latihan, penekanan aspek-aspek tertentu.Hal ini
tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami siswa.
2. Individual
Guidance Counseling (Bimbingan Konseling Individu)
Bimbingan konseling individu yaitu
bimbingan konseling yang memungkinkan klien mendapat layanan langsung tatap
muka dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang sifatnya pribadi
yang dideritannya.[7]
Dalam konseling ini hendaknya
konselor bersikap penuh simpati dan empati. Simpati artinya menunjukkan adanya
sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien. Dan empati artinya
berusaha menempatkann diri dalam situasi diri klien denagn segala
masalah-masalah yang dihadapinya. Denagn sikap ini klien akan memberikan
kepercayaan sepenuhnya kepada konselor. Dan ini sangat membantu keberhasilan
konseling.
Masalah-masalah yang mungkin dapat
di diskusikan:
a. Masalah-maslah
yang sifatnya pribadi.
b. Dilakukan
dengan face to Face relationship.
c. Metode
wawancara antara konselor dab kasus.
d. Konselor
harus bersikap penuh simpati dan empati.
C. Kode Etik Pada Bimbingan dan Konseling
Kode etik yaitu ketentuan atau peraturan yang harus ditaati
oleh siapa saja yang berkecimpung dalam bidang bimbingan dan penyuluhan demi
untuk kebaikan. Dengan adanya kode etik dalam bimbingan dan penyuluhan
dimaksudkan agar bimbingan dan penyuluhan tetap dalam keadaan baik dan justru
diharapkan semakin baik.Kode etik ini mengandung ketentuan-ketentuan yang tidak
boleh dilanggar atau diabaikan tanpa membawa akibat yang tidak menyenangkan.
Dibawah ini ada beberapa kode etik dalam bimbingan dan
konselling:
1. Pembimbing atau pejabat lain yang
memegang jabatan dalam bidang bimbingan dan konseling harus memegang teguh
prinsip-prinsip bimbingan dan penyuluhan.
2. Pembimbing harus berusaha
semaksimal mungkin untuk mencapai hasil sebaik-baiknya, dengan membatasi diri
pada keahliannya atau wewenangnya. Karena itu pembimbing jangan sampai
mencampuri weenang serta tanggung jaawabnya.
3. Oleh karena pekerjaan pembimbing
langsung dengan kehidupan pribadi orang, maka seorang pembimbing harus:
a. Dapat memegang atau menyimpan
rahasia klien dengan sebaik-baiknya.
b. Menunjukkan sikap hormat kepada klien.
c. Menghargai sama terhadap bermacam-macam klien.
4. Pembimbing tidak diperkenankan:
a. Menggunakan tenaga-tenaga ahli yang tidak terdidik dan
terlatih.
b. Menggunakan alat-alat yang kurang dapat
dipertanggungjawabkan.
c. Mengambil tindakan-tindakan yang
mungkin menimbulkan hal-hal yang tidak baik bagi klien.
d. Mengalihkan klien kepada konselor lain, tanpa persetujuan
klien.
5. Meminta bantuan kepada ahli dalam
bidang lain diluar kemampuan atau diluar keahliannya.
6. Pemmbimbing haruslah menyadari
akan tanggungjawabnya yang berat yang memerlukan pengabdian sepenuhnya.
D. Langkah-Langkah Umum Pelayanan BK
di Sekolah
1. Tahap Perencanaan
a. Merumuskan topik, materi atau masalah yang akan dibahas.
b. Merumuskan jenis layanan atau kegiatan pendukung: sasaran
layanan, metode, waktu, penyelenggara dan pihak-pihak yang dilibatkan.
c. Merumuskan pokok-pokok materi dan prosedur pelaksanaan,
cara evaluasi.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Identifikasi kasus.
b. Identifikasi masalah.
c. Analisis masalah (diagnosis).
d. Estimasi dan identifikasi alternatif pemecahan
(prognosis).
e. Tindakan pemecahan masalah (treatment, theraphy).
f. Evaluasi hasil pemecahan maslah dan tindakan lanjutan
(follow up).
3. Tahap Evaluasi
a. Menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan, baik dari segi
proses maupun hasil.
b. Keberhasilan proses dapat dilihat dari antusiasme dan
keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan.
c. Keberhasilan dari hasil dapat dilihat dari ada tidaknya
perubahan prilaku siswa sebelum mengikuti dan setelah mengikuti kegiatan.
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling ditujukan untuk membimbing dan mengarahkan individu melalui usahanya sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi serta bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal/sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
B.Saran
Suatu kemampuan dapat berkembang secara optimal apabila mendapat bimbingan dan konseling yang terarah.
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno& Amti Erman. 1999. Dasar-dasar
Bimbingan dan Konseling.PT. Rineka Cipta Jakarta
Nurihsan, A. Juntika. 2007. Bimbingan
& Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Yusuf, Syamsu dan A. Juntika
Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja
Rosdakarya.